Pengertian Manajemen

1. Pengertian Manajemen

Definisi Manajemen

Istilah manajemen memiliki berbagai pengertian. Secara universal manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit.
Definisi  manajemen yg dikemukakan  oleh Daft (2003:4) sebagai berikut: “Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational resources”. Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dgn cara yg efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.

Plunket dkk.(2005:5) mendefinisikan manajemen sebagai “One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning organizing staffing leading and controlling) and coordinating various resources (information materials money and people)”. Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan satu atau lbh manajer yg secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dgn melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).

Manajer sendiri menurut Plunket dkk.(2005:5) merupakan people who are allocate and oversee the use of resources jadi merupakan orang yg mengatur dan mengawasi penggunaan sumber daya.

Lewis dkk.(2004:5) mendefinisikan manajemen sebagai: “the process of administering and coordinating resources effectively and efficiently in an effort to achieve the goals of the organization.” Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan proses mengelola dan mengkoordinasi sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha utk mencapai tujuan organisasi.

Menurut Mary Parker Follet yg dikutip oleh Handoko (2000:8) manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain utk melaksanakan berbagai tugas yg mungkin diperlukan.

Manajemen Sebagai Ilmu Dan Seni

Manajemen itu perpaduan antara ilmu dan seni

Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Manajemen dipandang dari berbagai perpektif yang ada, mempunyai dasar yang kuat yang tidak terlepas dari perpaduan antara ilmu dan seni.

Manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain. Intinya bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing ( mengatur ) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.Seni dalam manajemen yaitu membentuk manusia menjadi lebih efektif dari yang sudah dan sedang mereka lakukan tanpa anda. Ilmu adalah pada bagaimana anda melakukannya, yaitu : planning, organizing, directing dan monitoring. Sehingga manajemen sebagai ilmu adalah melihat bagaimana manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip manajemen,dan telah di organisasi menjadi teori. Dimana seorang manajer mempelajari terlebih dahulu tujuannya lalu diproses olehnya dengan keahliannya,setelah menjadi sebuah teori,lalu di buat penetapan tenaga kerja pengarah dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

Dalam kenyataannya manajemen sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi manajemen yang diterima secara universal. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry. Mary Parker Follet pun mendefenisikan manajemen sebagai seni dalam  menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Hal ini berarti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasinya harus melalui kerjasama orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan. Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Manajemen sebagai ilmu pengetahuan (management as a science) adalah bersifat interdisipliner yang mana mempergunakan bantuan dari ilmu-ilmu sosial, filsafat dan matematika.

2.      Manajemen sebagai suatu sistem (management as a system) adalah kerangka kerja yang terdiri dari beberapa komponen/bagian, secara keseluruhan saling berkaitan dan diorganisir sedemikian rupa dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

3.      Manajemen sebagai suatu fungsi (management as a function) adalah suatu rangkaian kegiatan yang masing-masing kegiatan dapat dilaksanakan tanpa menunggu selesainya kegiatan lain, walaupun kegiatan tersebut saling berkaitan dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi.

4.      Manajemen sebagai suatu proses (management as a process) adalah serangkaian tahap kegiatan yang diarahkan pada pencapaian suatu tujuan dengan pemanfaatan semaksimal mungkin sumber-sumber yang tersedia.

5.      Manajemen sebagai suatu profesi (management as a profession) adalah suatu bidang kegiatan atau bidang keahlian tertentu, antara lain profesi di bidang kedokteran, bidang teknik dan bidang hukum.

6.      Manajemen sebagai kumpulan orang (management as people / group of people) adalah suatu istilah yang dipakai dalam arti kolektif untuk menunjukkan jabatan kepemimpinan di dalam organisasi antara lain kelompok pimpinan atas, kelompok pimpinan tengah dan kelompok pimpinan bawah.

Sumber :

(http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm)

(http://firmanaidin.blogspot.com/2010/01/manajemen-sebagai-ilmu-dan-seni.html)

(http://tkampus.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html)

2. Manajemen dan Manajer

Tingkatan Manajemen

Tingkatan Manajemen Dan Manajer

Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan.

Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :

1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.
3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.

Ada dua fungsi utama atau keahlian ( skill ) yaitu keahlian teknik ( Teknical Skill ) dan keahlian manajerial ( Managerial Skill ). Keahlian teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarah dengan motivasi, supervisi dan komunikasi. Keahlian manajerial yaitu keahlian yang berkenan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.

Fungsi Fungsi Manajemen

Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1. Perencanaan (Planning),

2. Pengorganisasian (Organizing),

3. Pengarahan (Actuating/Directing),

4. Pengawasan (Controlling)

Fungsi Perencanaan

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.

Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan  suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan :

  1. Menetapkan tujuan dan target bisnis
  2. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
  3. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
  4. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.

Fungsi Pengorganisasian
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian :

  1. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
  2. Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
  3. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
  4. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

Fungsi Pengarahan dan Implementasi

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :

  1.  Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja    secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
  2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
  3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian :

  1. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
  1. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
  1.  Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

  1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

  1. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

  1. Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu

  1. Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

  1. Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

sumber : catatankuliahdigital.blogspot.com & id.wikipedia.org

Sumber : http://faturrozifirman.blogspot.com/2012/01/tingkatan-manajemen.html

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/manajemen#keterampilan_manajerketrampilan-ketrampilan manajerial

3. Evolusi Teori Manajemen

Teori Manajeman Klasik

Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :
1. Robert Owen (1771 1858)

Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Mnajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
2. Charles Babbage (1792 1871)

Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :

1.      Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.

2.       Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.

3.       Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.

4.      Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.

Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.

Teori Manajemen Perilaku

Pencitraan Pribadi

Berbicara pencitraan tak lepas dari preposisi seseorang atau organisasi terhadap citranya dimata public sehingga melahirkan sebuah respon positif. Begitu juga akselerasi public terhadap pribadi selalu dapat dilihat dari sejauhmana menampilkan kesan positif yang bisa membangun tingkat kepercayaan terhadap pigur pribadi atau branch image sebuah organisasi.

Masalahnya sering kali terjadi kalau citra membangkitkan kepura-puraan kita terhadap public. Sehingga seolah anda melakukan sesuatu bukan diri kita tapi polesan lipstick. Apa yang kita lakukan hampir sama dengan apa yang kita pikirkan. Anda akan terlihat percaya diri ketika anda berpikir bahwa diri anda pantas untuk memiliki citra anda sehingga ketika anda masuk kesebuah butik atau restoran anda pikirkan tentang jenis pelayanan yang anda terima, cara orang lain menatap anda dengan respect dan segalanya Nampak tepat pada tempatnya bagi anda.

Itulah pemposisian citra anda terlihat akan kuat tapi tidak mencerminkan kearoganan dan kemunafikan didalamnya tapi didalam ada ketulusan hati untuk berprilaku sehingga semua orang akan menangkap citra anda secara positif karena memang anda pantas mendapatkan repect tersebut.

Teori Kuantitatif (Riset Operasi dan Ilmu Manajemen)
Riset operasi merupakan suatu metode ilmiah yang memanfaatkan ilmu antardisiplin agar dapat menyajikan hubungan-hubungan fungsional yang kompleks, seperti model matematik, untuk keperluan pengambilan keputusan secara kuantitatif dan tidak termasuk masalah baru untuk analisis kuantitatif.

Riset operasi tidak hanya merupakan pengambilan keputusan model untuk memecahkan masalah, tetapi juga memberikan sumbangan untuk pengambilan keputusan bagi manajer pada tingkat bawah, menengah, dan atas. Dalam dunia bisnis dan pemerintahan, riset operasi dapat dimanfaatkan untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Evolusi Teori Manajemen

Perkembangan teori manajemen untuk masa dating adalah :

a.    Dominan

Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna

b.    Divergence

Setiap aliran melalui jalur sendiri

c.    Convergence

Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur

d.    Sintesa

Masing-masing aliran berintegrasi

e.    Proliferation

Adanya kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi

Aliran teori manajemen dapat dibedakan menjadi 6 yaitu :

Aliran akuntasi manajerial

a.    Aliran ekonomi manajerial

b.    Aliran thesis organisasi

c.    Aliran hubungan manusiawi dan prilaku manusia

d.    Aliran kuantitatif (Matematik dan statistic)

e.    Aliran teknis industri

Pemikiran aliran manajemen terbagi 6 yaitu :

a.    aliran operasional dan proses manajemen

b.    aliran empiric atau kasus

c.    aliran prilaku manusia

d.    aliran system social

e.    aliran teori keputusan

f.     aliran matematik

Daftar Pustaka

Link : (http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-manajemen-tentang-perkembangan.html)

Link : (http://tiyou.ngeblogs.com/2009/09/28/teori-manajemen-perilaku/)

Link : (http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=teori+kuantitatif%28riset+operasi+dan+ilmu+manajemen%29&source=web&cd=9&ved=0CE4QFjAI&url=http%3A%2F%2Fjuliadi.wikispaces.com%2Ffile%2Fview%2FPERTEMUAN%2BI%2B%2526%2BII.doc&ei=2gjNToayONCziQfon5TIDg&usg=AFQjCNGio4DRonZjcnfaBi8ds56MG2rv7w&cad=rja)

Link : http://tkampus.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_24.html

4. Manajemen dan Lingkungan Eksternal

Definisi Lingkungan

Merupakan atas unsur-unsur diluar organisasi yang sebagian besar tak dapay dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan seorang manajer

Faktor-faktor Lingkungan Eksternal Mikro dan Makro

Lingkungan External Mikro

Hubungannya : Lingkungan yang paling dekat dengan organisasi dan berpengaruh secara langsung ke dalam suatu organisasi

Supplier                 è Penyediaan

Competitor            è Saingan

Custumer               è Langganan

  • Lembaga Pemerintah

Akan memberikan pengaruh secara langsung ke dalam organisasi

  • Lembaga Keuangan

Merupakan suatu Fatner dalam suatu perusahaan yang merupakan suatu sumber dana perusahaan

Lingkungan Ekternal Makro

Memberi pengaruh secara tidak langsung kepada suatu organisasi

    • Teknologi

Sangat berpengaruh kepada perkembangan teknologi cepat berkembang

    • Ekonomi

Dimana ekonomi ini akan membawa pengaruh pada suatu organisasi

    • Sosial Budaya

Dimana social budaya ini akan membawa pengaruh di dalam suatu organisasi

Misal :

–          Agama

–          Tradisi

–          Peraturan

–          Adat-istiadat dll

    • Politik dan Hukum

Dimana politik dan hokum ini dapat merupakan ancaman dan juga dapat berupa peluang yang dapat memberikan kemudahan dalam pengurusan prosedur-prosedur tertentu.

Tanggung Jawab Sosial Manajer

Artinya : bahwa managemen haris memperhatikan danpak social ekonomi dalam pembuatan suatu keputusan

Tanggung jawab manager ini merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan seorang manager karena aspek ini merupakan syarat utama berhasilnya suatu perumusan untuk jangka panjang. Dengan demikian manager harus dituntut mengimplementasikan etika perusahaan (The Etic of Managers)

Terutama hubungannya dengan langganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga pendidikan, perusahaan lain, supplier, pemerintah dan masyarakat umum.

Etika pembinaan merupakan kewajiban seorang kepada masyarakat bagaimanapun juga etika seorang manager akan sangat mempengaruhi keputusan dan kegiatan organisasi tentunya, etika seorang manager harus berdasarkan kepada nilai atau sekandal moral yang dianggap baik dalam lingkungan suatu masyarakat.

Ada 5 (lima) faktor yang mempengaruhi keputusan pada masalah etika

1.   Hukum, Menurut hukum yang berlaku

2.   Peraturan Pemerintah

3.   Kode Etik industri dan perusahaan

4.   Tekanan-tekanan sosial

5.   Tegangan antara standar perorangan dengan organisasi

Sumber : http://tkampus.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_2419.html

5. TANGGUNG JAWAB SOSIAL

1. Pandangan Klasik: Tanggung jawab sosial perusahaan hanyalah untuk memaksimalkan keuntungan.
Tokoh: Milton Friedman
Tanggung jawab utama manajer adalah untuk menjalankan perusahaanà sesuai dengan keinginan pemegang saham selaku pemilik perusahaan.
Melakukan perbuatan sosial hanya akan menambah biaya untuk menjalankan bisnis.à
Biaya tersebut harus ditransfer kepada:à
– konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi, atau
– pemegang saham dalam bentuk deviden yang lebih rendah.
Perusahaan dapat mengemban tanggung jawab sosial sepanjang masih dapatà memaksimalkan keuntungan perusahaan untuk pemegang saham.

2. Pandangan Sosioekonomi: Tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya dalam bentuk mencetak laba (sebagai sebuah institusi ekonomi) tetapi juga melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (sebagai institusi sosial).

Which “masyarakat”?
masyarakat yang telah mendukung produk/jasa perusahaan melalui hukum dan peraturan (= pemerintah).à
masyarakat yang telah mendukung dengan membeli produk/jasa perusahaan (= konsumen).à

Argumen-argumen yang mendukung tanggung jawab sosial:
– Memenuhi ekspektasi publik
– Untuk mengamankan laba jangka panjang
– Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban etis.
– Untuk menciptakan kesan publik yang baik.
– Untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang pelik.
– Untuk mengurangi jumlah peraturan pemerintah yang perlu diberlakukan.
– Untuk mengimbangi besarnya kekuasaan yang dimiliki perusahaan.
– Untuk meningkatkan harga saham dalam jangka panjang.
– Karena perusahaan memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dan program-program sosial.
– Untuk mengatasi masalah sosial sebelum masalah tersebut menjadi terlalu sulit dan mahal untuk diselesaikan.

Argumen-argumen yang menentang tanggung jawab sosial:
– Karena merupakan pelanggaran terhadap tujuan berupa maksimalisasi profit.
– Karena merupakan dilusi terhadap tujuan utama perusahaan yakni produktivitas ekonomis.
– Mahal.
– Kekuasaan yang dimiliki perusahaan akan terlalu besar jika perusahaan juga berusaha mencapai tujuan sosial.
– Kurangnya keahlian untuk mengatasi masalah sosial.
– Kurangnya akuntabilitas yang dimiliki perusahaan terhadap tindakan sosial.

Tingkatan Keterlibatan Sosial

Kewajiban Sosial (Social Obligation)
= kewajiban perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi dan hukum.
Perusahaan berusaha untuk mencapai tujuan sosial jika tujuan sosial tersebut membantu tercapainya tujuan ekonomi.à
Sesuai dengan pandangan klasik mengenai tanggung jawab sosial.à

Kepekaan Sosial (Social Responsiveness)
= Kapasitas suatu perusahaan dalam beradaptasi dengan kondisi masyarakat yang berubah.
Perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan sosial yang sesuai dengan norma sosial yang berlaku.à

Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)
= Kewajiban perusahaan yang melampaui kewajiban yang ditetapkan oleh hukum dan ekonomi guna mencapai tujuan jangka panjang yang baik/berguna untuk masyarakat.
Perusahaan bertindak sebagai agen moral yang yang melakukan tindakanà sosial bukan karena tindakan tersebut sesuai dengan peraturan/hukum atau karena sesuai dengan tujuan ekonomi melainkan karena tindakan sosial tersebut adalah hal yang benar/etis untuk dilakukan.

Hubungan antara tanggung jawab sosial dengan performa keuangan:
– Berdasarkan hasil penelitian:
1. Dampak implementasi tanggung jawab sosial terhadap performa keuangan perusahaan baru dapat dirasakan dalam jangka panjang. Asosiasi yang terbentuk dalam jangka pendek tidak dianggap valid.
2. Hubungan yang positif antara tanggung jawab sosial dengan performa keuangan bukan berarti implementasi tanggung jawab sosial menyebabkan performa keuangan meningkat, karena bisa jadi performa keuangan yang meningkatlah yang menyebabkan perusahaan mampu melaksanakan tanggung jawab sosial.
3. Jika kelemahan-kelemahan pada studi empiris diperbaiki, akan terlihat bahwa tanggung jawab sosial memiliki dampak yang netral terhadap kinerja keuangan perusahaan.
– Pada reksa dana yang menerapkan social screening (penggunaan kriteria sosial dalam menentukan pilihan investasi): Kinerja reksa dana tersebut mengungguli rata-rata pasar pada lima tahun terakhir.

Values-based Management
= pendekatan manajemen dimana hal yang dilakukan manajer adalah menetapkan nilai-nilai bersama (shared values) untuk kemudian disosialisasikan dan diterapkan ke seluruh level organisasi.

Nilai bersama akan mempengaruhi keputusan dan tindakan karyawan dalam bekerja, termasuk dalam hal pelaksanaan tanggung jawab maupun kepekaan sosial, karena nilai bersama merupakan salah satu faktor pembentuk kultur organisasi dan mempengaruhi bagaimana sebuah organisasi bekerja dan bagaimana perilaku karyawan.

Tujuan/manfaat dari nilai bersama:
1. Sebagai petunjuk bagi manajer dalam membuat keputusan dan tindakan.
2. Untuk membentuk perilaku karyawan dan mengkomunikasikan apa yang diharapkan organisasi dari karyawannya.
3. Untuk mempengaruhi upaya pemasaran.
4. Untuk membangun semangat tim.

Cara untuk menciptakan nilai bersama dalam perusahaan:
1. Libatkan seluruh karyawan dalam perusahaan.
2. Biarkan karyawan (secara per unit atau departemen) memikirkan dan membentuk nilai perusahaan.
3. Bersiaplah menerima tentangan dari karyawan.
4. Buatlah pernyataan nilai perusahaan pendek.
5. Hindari pernyataan bersayap.
6. Hindari penggunaan referensi agama dalam menyusun pernyataan nilai.
7. Ujilah pernyataan tersebut.
8. Terapkan.

Greening of Management (Manajemen Ramah Lingkungan)
= Pengakuan terhadap eratnya kaitan antara keputusan dan tindakan organisasi dengan dampaknya terhadap lingkungan alam.
Greening of management adalah penting, karena melalui bentuk manajemen demikian, perusahaan dapat membantu menyelesaikan sebagian dari masalah lingkungan global.

Shades of Green (Bayang Hijau)
untuk menjelaskan beragam pendekatan yang dilakukan organisasi dalamà melaksanakan tanggung jawab terhadap lingkungan. Semakin tinggi intensitas warna hijau menunjukkan semakin tinggi sensitivitas lingkungan suatu perusahaan.

Pendekatan-pendekatan yang dilakukan organisasi:
Pendekatan 1 (Hijau): Pendekatan Hukum
Perusahaan hanya berupaya mematuhi hukum dan peraturanà
Sensitivitas terhadap lingkungan: kecil.à
Merupakan salah satu bentuk dari social obligation.à

Pendekatan 2: Pendekatan Pasar
Perusahaan menanggapi permintaan konsumen yang terkait dengan lingkungan.à
Sensitivitas dan kesadaran terhadap lingkungan: meningkat.à
Merupakan salah satu bentuk dari kepekaan sosial.à

Pendekatan 3: Pendekatan Pemegang Kepentingan (Stakeholder Approach)
Perusahaan menanggapi permintaan dari beragam pemegang kepentingan.à
Merupakan salah satu bentuk dari kepekaan sosial.à

Pendekatan 4 (Hijau Gelap): Pendekatan Aktivis
Perusahaan secara aktif mencari cara-cara untuk menghargai dan melestarikan bumi dan sumber daya alam yang ada.à
Menunjukkan tingkatan sensitivitas terhadap lingkungan yang paling tinggi.à
Merupakan salah satu bentuk dari tanggung jawab sosial.à

Tahapan perkembangan tanggung jawab sosial beserta pihak-pihak kepada siapa manajemen bertanggung jawab pada tiap tahapan:
Tahap Perkembangan Tg.Jawab Sosial Tg. Jawab Sosial Organisasi terhadap Cara
1 Pemilik dan manajemen Meminimalkan biaya dan memaksimalkan laba dengan tetap mematuhi hukum dan peraturan.
2 Karyawan Memperbaiki kondisi kerja, meningkatkan hak karyawan, meningkatkan keamanan pekerjaan, dst.
3 Konsumen dan pemasok Menetapkan harga yang wajar, memberikan jasa dan produk berkualitas tinggi, menjaga hubungan baik dengan pemasok, dst.
4 Masyarakat secara keseluruhan Secara aktif memperjuangkan keadilan sosial, melestarikan lingkungan, dan mendukung aktivitas sosial dan budaya.

Sumber : wahyubintoro.blogspot.com/…/tanggungjawabsosialmanajer.html

This entry was posted in Tugas. Bookmark the permalink.

One Response to Pengertian Manajemen

  1. Artikel ini sangat membantu dalam menambah wawasan mengenai Management

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s